Tokoh Kab. Paluta Berharap Kepada APH Untuk Menangkap Semua Pelaku Perambah Hutan dan Backingnya Tanpa Pandang Bulu


PADANG LAWAS UTARA,- Intensitas penebangan liar di Tabagsel sudah marak dilakukan dan sudah dianggap hal biasa, seolah-olah aparat dan pemerintah setempat tutup mata atas kelakuan para Mafia Illegal Logging yang diduga punya bekingan.


Kawasan Hutan Nabundong tepatnya di Kab.Paluta Prov.Sumut terlihat kondisi yang sangat memprihatinkan, dugaan penebangan liar di hutan nabundong sudah tidak memperhatikan keselamatan manusia yang hidup di sekitar kawasan hutan nabundong, dan juga orang-orang yang berkendara baik roda 2,3 dan 4 yang melintas dari kawasan hutan nabundong tersebut, adapun dampak atas penebangan liar akan menimbulkan tanah longsor, banjir, merusak ekosistem alam, perubahan iklim, Kerugian ekonomi, rusaknya ekosistem Darat dan laut yang mengakibatkan kehilangan Beberapa Spesies dll.


Hewan yang tinggal di kawasan hutan nabundong kab.paluta sudah di ambang punah dan habitat para hewan bukan di kawasan tersebut sudah mencari makanan di tepi jalan raya dan para hewan mengemis di pinggir jalan untuk mempertahankan hidup.


R. Bardansyah Harahap Aktivis Pemerhati Hutan dan Lingkungan (APHL) Sumut menyoroti kawasan hutan lindung di Kab.paluta Prov.Sumut agar para penegak hukum dan pemerintah harus bergandeng tangan untuk mencegah dan melawan para pelaku Illegal Logging yang sama sekali sangat merugikan masyarakat, kalau bukan kita siapa lagi yang memperhatikan kawasan hutan nabundong tersebut, saya putra daerah kab.paluta sangat miris dan hati teriris melihat kondisi hutan yang tidak terjaga kelestariannya.


R.Bardansyah Harahap mendesak APH Tapsel, Pemerintah Prov.Sumut dan Pemerintah Kab.Paluta untuk turun langsung ke lokasi agar melihat secara langsung kondisi hutan nabundong yang sudah diambang kegunduluan, lebih baik mencegah dari pada mengobati artinya sebelum memakan korban lebih baik mengatasi dan menangkap pelaku penebang hutan liar tersebut.*(AIS)

Posting Komentar

0 Komentar