JAKARTA, —
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) menegaskan bahwa proses pergantian kepemimpinan di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tidak boleh sekadar dimaknai sebagai rutinitas administratif atau regenerasi jabatan semata. Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, Korps Bhayangkara membutuhkan figur pemimpin yang mampu menghadirkan terobosan radikal demi menyelamatkan masa depan bangsa.
Wakil Ketua Umum PP GPI, Ahmad Daud, S.Sos., menyoroti secara tajam bagaimana cengkeraman peredaran narkoba dan maraknya praktik perjudian hari ini telah merusak sendi-sendi kehidupan sosial, terutama di kalangan generasi muda yang semestinya menjadi estafet kepemimpinan masa depan.
Menurut Ahmad Daud, fenomena kejahatan di tingkat akar rumput kini sudah berada di titik yang sangat mengkhawatirkan. Ia mengungkapkan fakta miris di mana anak-anak di bawah umur sudah terseret arus kriminalitas jalanan demi memenuhi kebutuhan candu barang haram dan judi.
"Di daerah, anak di bawah umur bahkan sudah menjadi pelaku begal untuk membeli narkoba dan main judi. Ini sungguh bisa menjadikan target Indonesia Emas 2045 menjadi hanya sekadar mimpi," ungkap Ahmad Daud di Jakarta, Rabu (1/10).
Oleh karena itu, PP GPI menaruh harapan besar kepada Komjen (Pol) Achmad Suyudi Ario Seto sebagai kandidat kuat Kapolri untuk tidak sekadar melanjutkan program konvensional. Sebagai sosok yang memiliki rekam jejak mumpuni—termasuk pernah memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) dan menjabat sebagai Kapolda Banten—Jenderal Suyudi dituntut untuk berani mengambil langkah-langkah luar biasa (extraordinary measures).
Aktivis muda asal Sumatera Utara ini menekankan bahwa pemberantasan tuntas terhadap sindikat narkoba dan jaringan judi online merupakan kunci utama untuk memulihkan kondusifitas keamanan serta menyelamatkan generasi muda dari kehancuran moral. PP GPI menyatakan akan terus memantau langkah-langkah strategis sang calon Kapolri dalam menjawab tantangan besar ini demi masa depan anak bangsa dan perlindungan generasi muda secara menyeluruh.

0 Komentar